• SELAMAT DATANG

    Salam Dan Bahagia

  • SELAMAT DATANG

    Salam Dan Bahagia

  • SELAMAT DATANG

    Salam Dan Bahagia

Selasa, 24 Maret 2020

Apresiasi Seni Rupa Karya Affandi : "The Mother and Her Daughter"


APRESIASI KARYA SENI RUPA LUKISAN DI MUSEUM AFFANDI
Disusun guna melengkapi tugas individu Apresiasi Seni Rupa
Dosen Pengampu: Dyan Indah Purnama Sari, M. Pd.


Oleh :
Salma Nur Arrifa (2017015287)
6H




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2020




KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan kasih-Nya kami dapat menyelesaikan Artikel yang berjudul Tentang “Apresiasi Karya Seni Rupa di Museum Affandi”. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan artikel ini. Akan tetapi, penulis juga menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu dengan senang hati penulis senantiasa menerima kritik maupun saran yang bersifat membangun dari para pembaca.

Demikian artikel ini dibuat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca maupun dalam proses belajar mengajar.








Yogyakarta , 24 Maret 2020

Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
      A. Latar Belakang
Berkarya merupakan bentuk perwujudan dari proses kreatif manusia. Salah satu karya seni rupa yang populer yaitu seni lukis. Menurut Bandung Ibnu Majid (2015: 2) Seni lukis merupakan bagian dari karya seni rupa yang paling populer di Indonesia di samping seni patung, seni kriya dan cabang seni lainnya. Hal inidibuktikan dengan banyaknya pameran seni lukis yang terselenggara di Indonesia dibanding dengan karya seni lainnya. Bahkan banyak pelukis yang berasal dari disiplin ilmu seni lain yang sebelumnya berprofesi tidak sebagai pelukis. Selain itu dunia pasar seni rupa selalu diramaikan oleh karya-karya seni lukis yang mengalami perubahan harga yang mengagumkan.
Seni lukis merupakan sara ekspresi yang paling tepat karena dalam melukis tidak ada istilah benar atau salah, yang ada hanyalah baik dan kurang baik sehingga kebebasan dalam berekspresi dalam lukisan sangat dihargai. Ditengah perkembangan seni lukis, penulis bermaksud untuk mengapresiasi salah satu karya seni dari seniman ternama di Yogyakarta yaitu Affandi. Apresiasi ini bertujuan untuk menghargai serta menikmati lukisan tersebut.

    B. Rumusan Masalah
1.      Siapakah seniman yang membuat karya tersebut?
2.      Apakah judul dari karya yang diapresiasi?
3.      Bagaiman karya seni rupa tersebut?

    C. Tujuan
1.      Mengetahui biografi pembuat karya seni.
2.      Mengetahui judul karya seni yang diapresiasi.
3.      Mengetahui cerita atau maksud dari karya tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN
     A.  Biografi Seniman
Affandi Koesoema atau yang sering dikenal Affandi lahir di Cirebon pada tahun 1907. Affandi merupakan seorang pelukis yang dikenal sebagai maestro seni lukis Indonesia. Affandi wafat pada tanggal 23 Mei 1990. Affandi menikah dengan seoran wanita bernama Maryati dan memiliki seorang anak perempuan bernama Kartika.
Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah pula sebagai tukan sobek karcis dan pembuat gambar bioskop di Bandung. Pada tahun 1950 Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung yang beranggotakan Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya sebagi ketua. Kelompok ini memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan seni rupa di Indonesia.
Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Suatu saat, dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan, India, suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Ketika telah tiba di India, dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.
Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara, Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang tak biasa. , Affandi mengidolakan tokoh wayang Sokrasana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Meskipun begitu, Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974, saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta.

   B.   Karya Seni Affandi “The Mother and Her Daughter”



Karya ini dibuat oleh Affandi pada tahun 1947. Lukisan ini menggarambarkan Maryati (istri Affandi) memeluk anak perempuannya yaitu Kartika. Maryati sebagai ibu takut kehilangan anaknya ketika anaknya sudah tumbuh besar nanti. Suasana ruangan pada karya tersebut digambarkan dengan jelas dan detail. Dapat dilihat lukisan Affandi berjudul “Self Potrait” pada sisi kanan. Pada sisi kiri dapat dilihat lukisan Affandi yang berjudul “Nude Self Potrait” serta hasil lukisan Affandi yang lainnya. Hingga saat ini, tidak ada pelukis Indonesia yang dapat melukis dengan sedetail karya ini sehingga karya ini dapat disebut “Painting in a painting” yang artinya ada lukisan didalam lukisan.

     C. Bahan yang Digunakan
Karya ini dilukis oleh Affandi menggunakan  cat minyak. Sedangkan media untuk melukis yang digunakan oleh Affandi adalah kanvas berukuran 100 x 140 cm.



BAB III
PENUTUP 
  A.Kesimpulan
Karya seni berupa lukisan tidak ada batasan salah atau benar. Karya seni rupa khusunya lukisan merupakan bentuk ekspresi yang paling bebas. Dalam melukis pun bahan yang digunakan tidak terpaku pada bahan-bahan atau media tertentu. Setiap seniman lukisan memiliki aliran dan teknik terserndiri dalam melukis untuk mengekspresikan dirinya
B.Saran
Kegitan apresiasi karya seni sebaiknya terus dilaksanakan untuk tahun akademik selanjutnya. Kegiatan ini dapat menambah wawasan mahasiswa tentang cara menghargai dan menikmati dari sebuah karya seni. Selain itu, mahasiswa juga dapat belajar secara langsung dengan melihat hasil karya seniman yangs udah berpengalaman sehingga dapat menjadi acuan dalam bekarya seni.


DAFTAR PUSTAKA
Ibnu Majid, Bandung. 2015. “Refleksi Diri Sebagai Inspirasi Karya Seni Lukis”. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni, Seni Rupa, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
https://www.affandi.org/affandi/biografy-affandi. Diakses pada tanggal 24 Maret 2020 pukul 16.10 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Affandi. Diakses pada tanggal 24 Maret 2020 pukul 15.58 WIB.
 LAMPIRAN
Foto Karya "The Mother and Her Daughter"

Deskripsi Karya

Foto bersama dengan karya

Foto bersama penggurus museum Affandi